BENTUK SATUAN KEBAHASAAN DAN MAKNA TOPONIMI NAMA DESA DI WILAYAH KABUPATEN TABALONG

Authors

  • Akhmad Humaidi STKIP PGRI Banjarmasin
  • Alimuddin A. Djawad STKIP PGRI Banjarmasin
  • Yulita Safutri

Keywords:

Linguistik, Toponimi, Desa

Abstract

Kajian mengenai toponimi penamaan tempat bagi masyarakat awam masih dianggap tidak urgen, tetapi kajian sebenarnya ini dapat mendeskripsikan karakteristik masyarakat di masa lalu baik dari segi filosofi, sejarah, sosial, maupun kondisi geografis. Penelitian ini mengkaji toponimi di wilayah Kabupaten Tabalong dari segi bentuk satuan kebahasaan dan makna. Wilayah ini menarik karena letak geografisnya berada di antara tiga provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Tengah, dan Timur sehingga menjadi tempat pertemuan beberapa budaya yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data diambil dari 33 desa di wilayah selatan Kabupaten Tabalong, yaitu kecamatan Kelua, Banua Lawas, Pugaan, dan Muara Harus. Objek penelitian dibatasi pada nama desa yang telah lama ada bukan nama desa baru yang berasal dari pemekaran. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, pengurangan data, pengelompokkan data, penginterpretasian, dan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa berdasarkan bentuk satuan kebahasaan, nama desa di wilayah Tabalong terbagi menjadi empat klasifikasi, yaitu kata dasar, berafiks, jamak, dan akronim. Berdasarkan makna, nama desa dapat diklasifikasikan menjadi Flora, Fauna, Wujud Air, Rupabumi, Benda Alam, Tokoh, Folklor, dan Alat.

References

Darheni, N. (2020). Affixation Language Features on Village/Subdistrict Toponymy in Cirebon Regency. Proceeding of the International Conference on Community Development, 477(Iccd), 495–499.

Fauzi, N. A. (2020). Cerita Rakyat dalam Toponimi Desa Sirnabaya di Kabupaten Cirebon. Seminar Nasional Linguistik dan Sastra, 32, 107–113.

Gigy, M. I. (2020). Analisis Nilai Historis Nama Jalan (Gang) di Kelurahan Batuplat Kecamatan Alak Kota Kupang. Optimisme: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, Vol 1: 33–40.

Hapip, A. J. (2008a). Kamus Banjar Indonesia. Banjarmasin: CV Rahmat Hafiz Al Mubaraq.

Hapip, A. J. (2008b). Tata Bahasa Bahasa Banjar. Banjarmasin: CV Rahmat Hafiz Al Mubaraq.

Humaidi, A. (2016). Pola Nama Panggilan dalam Masyarakat Banjar. Budaya Lokal dalam Sastra, 77–97.

Humaidi, A., & HB, A. (2018). Afiks Pembentuk Nomina dalam Bahasa Banjar. Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, Vol 3: 107–117.

Humaidi, A., Kamariah, K., & Harpriyanti, H. (2017). Infleksi dalam Bahasa Banjar. Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, Vol 2: 262–272.

Humaidi, A., & Sarwani, A. (2017). Metafora dalam Pemberian Nama Anak pada Masyarakat Banjar. Seminar Nasional Sastra II, 179–190.

Pamungkas, K., Sujatna, E. T. S., Darsono, H., & Haron, R. (2020). Geotourism branding through the names of tourism destinations in UNESCO global geopark Batur Bali: Morphological and toponymic studies. Geojournal of Tourism and Geosites, Vol 31: 966–971

Ramazan, & Riyani, M. (2020). Kearifan Lokal dalam Folklor Asal Usul Kota Langsa. Refleksi Edukatika, Vol 11: 88–95.

Ruspandi, J., & Mulyadi, A. (2014). Fenomena Geografis di Balik Makna Toponimi di Kota Cirebon. Jurnal Gea, Vol 14: 1–13.

Safutri, Y., Humaidi, A., & Djawad, A. A. (2020). Tinjauan Etnolinguistik Asal Usul Toponimi Desa di Wilayah Kabupaten Tabalong. Seminar Nasional Daring Pendidikan Dasar, Bahasa, dan Seni 2020, 291–302.

Sari, Y. P. (2018). Aliran Air Sebagai Pembentuk Toponimi Kelurahan/Desa di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar: Kajian Ekolinguistik. Undas, Vol 14: 129–142.

Segara, N. B. (2017). Kajian Nilai pada Toponimi di Wilayah Kota Cirebon Sebagai Potensi Sumber Belajar Geografi. Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian, Vol 14: 54–67.

Downloads

Published

2021-06-30

How to Cite

Akhmad Humaidi, A. Djawad, A., & Safutri, Y. (2021). BENTUK SATUAN KEBAHASAAN DAN MAKNA TOPONIMI NAMA DESA DI WILAYAH KABUPATEN TABALONG. Jurnal Basataka (JBT), 4(1), 30–40. Retrieved from http://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/index.php/BASATAKA/article/view/101

Issue

Section

Articles