RELASI KEKUASAAN DAN IDIOLOGI DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA: IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SEKOLAH MENENGAH KALIMANTAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.1101Keywords:
Kekuasaan, Ideologi, Sistem Pendidikan, Kurikulum, Kalimantan TimurAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara kekuasaan dan ideologi dalam sistem pendidikan Indonesia melalui implementasi kurikulum di sekolah menengah di Kalimantan Timur. Kajian ini dilandasi oleh pemahaman bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan ideologi dan reproduksi kekuasaan negara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa sekolah menengah negeri dan swasta di Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen kurikulum serta kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum nasional merefleksikan ideologi dominan negara yang menekankan nilai-nilai nasionalisme, moralitas, dan kepatuhan terhadap otoritas. Namun, dalam praktiknya, implementasi kurikulum di tingkat sekolah dipengaruhi oleh dinamika lokal, kepemimpinan sekolah, dan interpretasi guru terhadap nilai-nilai ideologis yang terkandung di dalamnya. Relasi kekuasaan terlihat dalam pola top-down kebijakan pendidikan, di mana sekolah memiliki ruang terbatas untuk berinovasi sesuai konteks sosial budaya setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih berperan sebagai arena hegemonik di mana ideologi negara direproduksi melalui proses pembelajaran, meskipun terdapat upaya resistensi dan adaptasi dari aktor-aktor pendidikan di tingkat lokal.
References
Arif, Mukhrizal, dkk. 2014. Pendidikan Posmodernisme: Telaah Kritis Pemikiran Tokoh Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Barker, Chris. 2011. Cultural Studies: Teori & Praktik. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Budiono, dkk. 2013. Forum Mangunwijaya VII: Menyambut Kurikulum 2013. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
Eriyanto. 2002. Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LkiS.
Fakih, Mansur, Rom Topatimasang, dkk. 2001. Pendidikan Popular Membangun Kesadaran Kritis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Freire, Paulo, Ivan Illich, Erich Fromm, dkk. 2009. Menggugat Pendidikan: Fundamentalis, Konservatif, Liberal, Anarkis (terj). Harry Wahyu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Freire, Paulo. 2008. Pendidikan Kaum Tertindas (terj). Imam Ahmad. Jakarta: LP3ES.
Hidayat, Rakhmat. 2013. Pedagogi Kritis: Sejarah, Perkembangan dan Pemikiran. Jakarta: PT RajaGrafindo.
Illich, Ivan, dkk. 2013. Sekolah Dibubarkan, Lantas Mau Apa?: Pro dan Kontra Terhadap Pandangan Ivan Illich (terj). Ign Gatut Saksono. Yogyakarta: Ampera Utama.
Indawatik, R., Kartono, D. T., & Utami, T. (2018). Eksklusifitas Siswa (Studi Fenomenologi Konstruksi Sosial Pola Eksklusifitas Siswa pada Kelas Unggulan di SMA Muhammadiyah 1 Sragen Tahun Ajaran 2011/2012). Jurnal Analisa Sosiologi, 2(1).
Martono, Nanang. 2014. Sosiologi Pendidikan Michel Foucault: Pengetahuan, Kekuasaan, Disiplin, Hukuman, dan Seksualitas. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Mills, Sara. 2007. Diskursus: Sebuah Piranti Analisis dalam Kajian Ilmu Sosial (terj). Ali Noer Zaman. Jakarta: Penerbit Qalam.
Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, “Statistik Sekolah Menengah Atas (SMA) 2015/2016”, Setjen Kemdikbud, Jakarta, 2016
Suseno, Franz Magnis. 2003. Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Tilaar, H.A.R, Riant Nugroho. 2012. Kebijakan Pendidikan: Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan Sebagai Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Fauzi, Purwoko Purwoko, Muhlis Muhlis , Warman Warman, Moh. Bahzar, Nurlaili Nurlaili

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



