SIMBOL DAN MAKNA FILOSOFIS DALAM ARSITEKTUR RUMAH BOLON ETNIK BATAK SIMALUNGUN: KAJIAN SEMIOTIKA
DOI:
https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.1015Keywords:
Rumah Bolon, Batak Simalungun, Simbol, Makna Filosofis, SemiotikaAbstract
Arsitektur tradisional merupakan warisan budaya yang menyimpan nilai filosofis, simbolis, dan sosial suatu masyarakat. Rumah Bolon etnik Batak Simalungun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai representasi identitas, kosmologi, serta pandangan hidup masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap simbol dan makna filosofis dalam arsitektur Rumah Bolon dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta studi pustaka. Data dianalisis melalui model semiotika Barthes yang membedakan makna denotatif, konotatif, dan mitos. Triangulasi sumber dan metode digunakan untuk menjamin keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen Rumah Bolon memiliki simbolisme yang kuat. Bentuk atap menyerupai perahu melambangkan perjalanan hidup, tiang penyangga menandakan keteguhan dan prinsip habonaron do bona, tangga dan pintu masuk kecil mengajarkan kerendahan hati, sementara ukiran serta warna melambangkan kesuburan, keberanian, dan kekuatan spiritual. Tata ruang rumah mencerminkan solidaritas sosial, keterbukaan, dan kebersamaan. Selain itu, Rumah Bolon merepresentasikan kosmologi tiga dunia: dunia atas (spiritual), dunia tengah (manusia), dan dunia bawah (alam hewan dan roh pelindung).
Kesimpulannya, Rumah Bolon merupakan teks budaya yang menyimpan nilai-nilai filosofis penting, seperti harmoni dengan alam, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap leluhur. Nilai tersebut masih relevan di era modern, sehingga pelestarian tidak hanya menekankan aspek fisik, tetapi juga makna simbolisnya. Revitalisasi makna Rumah Bolon dapat memperkuat identitas budaya masyarakat Simalungun sekaligus menjadi inspirasi dalam pengembangan arsitektur kontemporer berbasis kearifan lokal.
References
Amir, A. N. (2024). Muhammad Asad’s Design Of An Islamic State In Post-Colonial Pakistan. Academic Journal Of Islamic Principles And Philosophy, 5(1), 91–120. Https://Doi.Org/10.22515/Ajipp.V5i1.8826
Anggraeni, N. D., Laksono, K., Nurhadi, D., Bahasa, P., Indonesia, S., Bahasa, F., & Seni, D. (2025). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Tradisi: Etnopuitika Dalam Lagu Dolanan. In Indonesian Research Journal On Education Web Jurnal Indonesian Research Journal On Education (Vol. 5).
Dian Rahmawati, C., Busri, H., & Badrih, M. (2024). Makna Denotasi Dan Konotasi Meme Dalam Media Sosial Twitter: Kajian Semiotika Roland Barthes. In Bahasa Dan Sastra (Vol. 10, Issue 2). Pendidikan. Https://E-Journal.My.Id/Onoma
Fariardhany1, F., & Mihardja, E. J. (2025). Membedah Semiotika Dalam Iklan: Pendekatan Roland Barthes Pada Iklan Im3 “Dekatkan Jarak, Nyatakan Silaturahmi.” In Jurnal Ilmu Komunikasi (Vol. 7, Issue 1).
Fauzi, R. A. (2024). Kajian Nilai Kesemestaan Dan Kesetempatan Rumah Adat Suku Batak Toba Rumah Bolon. In Maliki Interdisciplinary Journal (Mij) Eissn (Vol. 2, Issue 6). Http://Urj.Uin-Malang.Ac.Id/Index.Php/Mij/Index
Intifada Zahroh, N., Amelia Nasution, L., Dzulfa Tazqia, A., Adzra Intan Faiha, H., & Nurhayati, D. (2025). Strategi Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif: Teknik, Tantangan Dan Solusinya. Jurnal Kajian Pendidikan, 3(6), 107–118.
Mailani, E., Rarastika, N., Putri, H., Yunida, N., Naipospos, Y. A., & Syafira, N. (2024). Etnomatika: Bangun Datar Pada Rumah Bolon Batak Toba. 02, 623–628.
Nabilah, N., Aulia Amanda, D., Sagala, D., Octafia Devvanty, S., Indah Wardani, M., Novianti, Y., & Dafrina, A. (2026). Analisis Elemen Arsitektur Tradisional Aceh Pada Rumah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara. In Jurnal Ilmiah Teknik Unida (Vol. 6, Issue 1).
Nurafni, N., Laksono, A., Chairina, F., Sillahi, W., Zepania, Y., Tobing, B., Maryam, S. R., & Amri, I. (2024). Kelangsungan Dan Perubahan Rumah Adat Batak Toba Pada Masa Kini. Journal Of Creative Student Research (Jcsr), 2(3), 156–166. Https://Doi.Org/10.55606/Jcsrpolitama.V2i3.3852
Rusting, W., & Sinaga, A. S. G. (2023). Semiotika Ulos Hela Dan Mandar Hela Dalam Adat Pernikahan Batak Toba Di Kecamatan Sumbul Pegagan. Jurnal Basataka (JBT), 6(1), 253-258.
Safar, F., & Abdul Raman, N. A. (2025). Hiasan Rumah Adat Kaum Batak Dalam Mempertahankan Identiti Budaya Suku Etnik Indonesia. Semarak International Journal Of Design, Built Environment And Sustainability, 3(1), 30–49. Https://Doi.Org/10.37934/Sijdbes.3.1.3049
Sibarani, T. P., Situmorang, P. A., Marpaung, J. H., Sinulingga, J., & Silaban, I. (2024). Struktur Atap Rumah Bolon Pada Etnik Batak Toba Kajian: Semiotika. Jurnal Pendidikan Bahasa, 13(2). Https://Doi.Org/10.31571/Bahasa.V13i2.8497
Simbolon, N. C., Herlina, & Sinulingga, J. (2025). Struktur Tanda Dan Makna Dalam Jabu Bolon Ompung Gumata Sidabalok: Telaah Semiotika Budaya. Future Academia : The Journal Of Multidisciplinary Research On Scientific And Advanced, 3(3), 1407–1432. Https://Doi.Org/10.61579/Future.V3i3.595
Sinaga, A. S. G., & Tampake, T. (2023). Semiotika Sijaguron Dalam Adat Saur Matua Batak Toba Di Kecamatan Sumbul Pegagan. Jurnal Basataka (JBT), 6(1), 194-200.
Sinaga, R., & Tampubolon2, F. (2024). Simbol Dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop (Vol. 17, Issue 2).
Sipayung, A., Koesoemadinata, M. I. P., & Wirasari, I. (2025). Combination Of Industrial Style Elements With Cultural Elements Of The Ancient Rumah Bolon In Residential Houses. Kne Social Sciences, 10(1), 154–162. Https://Doi.Org/10.18502/Kss.V10i1.17864
Winra, F., Siregar2, J., & Saragih3, V. R. (2023). Analisis Semiotik Simbol Terhadap Bangunan Rumah Adat Suku Simalungun Kabupaten Simalungun. Bahasa, Sastra Dan Budaya, 1(6), 91–103. Https://Doi.Org/10.61132/Morfologi.V1i5.56
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Roma Hotni Uhur Purba, Immanuel Silaban, Tiora Monika Simarmata, Jefri Harniko Pasaribu, Immanuel Bintang Cristopher Batubara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



