MAKNA SIMBOLIK KOTA DAN IDENTITAS DALAM SYI‘IR FI AL-QUDS KARYA MAHMOUD DARWISH: KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE

Authors

  • Wulan Suci Novianti Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Rohanda Rohanda Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.1330

Keywords:

Semiotika, Syi’ir, Mahmoud Darwish, Identitas

Abstract

Syi‘ir fī al-Quds karya Mahmoud Darwish merupakan salah satu puisi yang merepresentasikan kota Jerusalem sebagai ruang simbolik yang sarat dengan sejarah, kesakralan, konflik, dan krisis identitas. Puisi ini tidak hanya menghadirkan kota sebagai latar geografis, tetapi juga sebagai sistem tanda yang membentuk makna eksistensial subjek lirik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik kota dan identitas dalam syi‘ir fī al-Quds dengan menggunakan kajian semiotika Ferdinand de Saussure. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotik, yaitu mengidentifikasi dan menafsirkan relasi antara penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam teks puisi. Data penelitian berupa teks syi‘ir في القدس berbahasa Arab yang dianalisis secara tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol utama seperti القدس, السور القديم, الضوء, الحجر, serta ungkapan transformasi identitas seperti أصير غيري dan أنا لا أنا membangun makna kota sebagai ruang konflik simbolik dan membentuk identitas subjek lirik yang cair dan terfragmentasi. Kota Jerusalem dalam puisi ini berfungsi sebagai pusat makna yang mengorganisasi relasi antara kesucian dan kekerasan, luka dan harapan, serta individu dan memori kolektif. Melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini menegaskan bahwa makna dalam puisi Mahmoud Darwish dibangun secara struktural melalui relasi antartanda dalam sistem bahasa, sehingga puisi tidak dapat dipahami secara literal, melainkan sebagai konstruksi simbolik yang kompleks.

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Bungin, B. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis Ke Arah Ragam Varian Kontemporer.

Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra. Media Pressindo.

Faruk. (2017). Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Pustaka Pelajar.

Hamsiah, A., Wikaningtyas, R., Bunga, J., Dia, E. E., Maisaroh, S., Mu’minin, M., Kurniati, Y., Sukowati, I., & Serapina, S. (2023). Pengantar Bahasa Dan Sastra Indonesia. Pt. Sonpedia Publishing Indonesia.

Hoed, B. H. (2014). Semiotik Dan Dinamika Sosial Budaya. Komunitas Bambu.

Kurniawan, H. (2020). Ruang, Kota, Dan Representasi Dalam Sastra. Pustaka Pelajar.

Maulana, R. (2020). Representasi Identitas Dan Ingatan Kolektif Dalam Puisi Mahmoud Darwish. Jurnal Adabiyyāt, 4(2), 215–230.

Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif.

Novianti, W. S., Rohanda, R., Fauziah, I., & Alandira, P. (2025). Hierarchy Of Needs Of The Main Character In Habiburrahman El Shirazy’s Ayat-Ayat Cinta: A Study Of Abraham Maslow’s Psychology. Els Journal On Interdisciplinary Studies In Humanities, 8(2), 353–369.

Pradopo, R. D. (2017). Pengkajian Puisi: Analisis Struktural Dan Semiotik. Gadjah Mada University Press.

Rahman, F. (2017). Nasionalisme Dan Perlawanan Dalam Puisi Mahmoud Darwish. Jurnal Sastra Arab, 6(1), 45–58.

Ratna, N. K. (2019). Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.

Rohanda, R. (2016). Metode Penelitian Sastra: Teori, Metode, Pendekatan, Dan Praktik. Lp2m Uin Sunan Guung Djati.

Sugiyono, D. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.

Sumardjo, J. (2016). Apresiasi Sastra. Nuansa Cendekia.

Sutrisno, M. (2021). Identitas, Bahasa, Dan Sastra Dalam Perspektif Budaya. Jurnal Humaniora, 33(1), 1–12.

Teeuw, A. (2015). Sastra Dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Pustaka Jaya.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Novianti, W. S. ., & Rohanda, R. . (2025). MAKNA SIMBOLIK KOTA DAN IDENTITAS DALAM SYI‘IR FI AL-QUDS KARYA MAHMOUD DARWISH: KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE. Jurnal Basataka (JBT), 8(2), 2094–2102. https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.1330