STRATEGI KETIDAKSANTUNAN DALAM CYBERBULLYING TERHADAP ANAK DI MEDIA SOSIAL INDONESIA

Authors

  • Ernawati Br Surbakti Politeknik Negeri Lhokseumawe
  • Sri Dinanta Ginting Politeknik Negeri Lhokseumawe
  • Wahdaniah Wahdaniah Politeknik Negeri Lhokseumawe
  • Sarma Panggabean Universitas HKBP Nommensen

DOI:

https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.1087

Keywords:

Cyberbullying, Ketidaksantunan, Media Sosial

Abstract

Tujuan analisis strategi ketidaksantunan dalam cyberbulying terhadap anak di media sosial Indonesia untuk mengetahui bagaimana bahasa digunakan oleh netizen untuk menyerang, merendahkan, memanipulasi, dan melukai target. Implikasi cyberbulying terhadap anak di media sosial berdampak negatif harus segera dihentikan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data model interaktif. Sumber data analisis dari reels facebook dan instagram media sosial di Indonesia. Dari hasil analisis ditemukan strategi ketidaksantunan yang paling umum dilakukan dalam cyberbullying pada anak di media sosial Indonesia adalah positive impoliteness sebanyak 36,1% dan bald on record impoliteness sebanyak 27,7%. Kecenderungan ini terjadi karena kurangnya rasa menghargai orang lain serta suka menyerang secara frontal tanpa peduli perasaan anak karena penyerang merasa tidak langsung bertatap muka dengan yang diserang. Implikasi cyberbulying terhadap anak di media sosial Indonesia berdampak sosial. Dapat menjadi tindak diskriminasi verbal, pemicu konflik sosial, dan potensi pelanggaran hukum. Potensi pelanggaran hukum penghinaan atau ancaman kekerasan KUHP atau UU perlindungan perempuan dan anak, UU ITE pasal 27 tentang penghinaan.

References

Akinmusuyi, S. (2023). “STOP THIS NONSENSE, HARRY!”: An analysis of impoliteness strategies in cyberbullying commentary targeting Harry Maguire. Journal of Languages, Linguistics and Literary Studies, 3(4), 183–192. https://doi.org/10.57040/jllls.v3i4.541

Andersson, M. (2024). E-mpoliteness - Creative impoliteness as an expression of digital social capital. Journal of Politeness Research, 20(2), 227–248. https://doi.org/10.1515/pr-2022-0009

Andhini, A. S. D., & Arifin, R. (2019). Analisis Perlindungan Hukum Terhadap Tindak Kekerasan pada Anak di Indonesia. Ajudikasi : Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 41. https://doi.org/10.30656/ajudikasi.v3i1.992

Creswell, J. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches: Vol. null.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=335ZDwAAQBAJ

Culpeper, J. (2005). Impoliteness and entertainment in the television quiz show: The Weakest Link. Journal of Politeness Research, 1(1), 36–70. https://doi.org/10.1515/jplr.2005.1.1.35

Culpeper, J. (2012). SIL Electronic Book Reviews 2012-003 Impoliteness : Using language to cause offence. Cambridge and New York: Cambridge University Press.

Culpeper, J. (2020). Politeness and Impoliteness. In Handbooks of Pragmatics (pp. 1–41). https://doi.org/10.4324/9781003010043-5

Faisol, Y., & Rahmat, W. (2021). Negative Impoliteness and Reconstruction of Identity: Cyberpragmatics Analysis of Palestinian Conflict News Comments on Arab Youtube Channel. Jurnal Arbitrer, 8(2), 168–179. https://doi.org/10.25077/ar.8.2.168-179.2021

Fazry, L., & Apsari, N. C. (2021). Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Cyberbullying di Kalangan remaja. Jurnal Pengabdian Dan Penelitian Masyarakat (JPPM), 2(1), 28–36. http://journal.unpad.ac.id/jppm/article/view/33435/15459

Ida, S. A. (2020). Impoliteness Strategies of Whatsapp Group Speech Community related to Local Government Policy in Handling Covid-19 Virus. E3S Web of Conferences, 202, 1–6. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202020203017

Ifechelobi, J. N., & Okpokiri, N. (2020). Positive Impolitenes Strategy in Political Discourse: A Textual Analysis of 2011-2015 Presidential Election Campaign Speeches in Selected Nigerian Newspapers. Interdiciplinery Journal of African and Asian Studies (IJAAS), 6(2), 150–158.

Jubaidi, M., & Fadilla, N. (2020). Dampak Negatif Cyberbullying Sebagai Cyber-Crime Di Instagram. Shaut Al-Maktabah : Jurnal Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi, 12(2), 117–134. https://doi.org/10.37108/shaut.v12i2.327

Junaidi, Januarini, E., & Pasaribu, G. R. (2024). Impoliteness in Information Account on Instagram. Jalc : Journal of Applied Linguistic and Studies of Cultural, 02, 1.

Khotimah, K., Sumarlam, & Sawardi, F. (2023). Impoliteness in the Talk Show Catatan Demokrasi on YouTube TvOne. International Journal of Linguistics, Literature and Translation (IJLLT), 35–43. https://doi.org/10.32996/ijllt

Kusumasari, D., & Arifianto, S. (2020). Makna Teks Ujaran Kebencian Pada Media Sosial. Jurnal Komunikasi, 12(1), 1. https://doi.org/10.24912/jk.v12i1.4045

Mahmud, B. (2019). Kekerasan Verbal pada Anak. Jurnal.Iain-Bone, 12(2), 689–694.

Makarova, E. A., Makarova, E. L., Maximets, S. V, Federation, R., Federation, R., Federation, R., & Federation, R. (2020). Intentional Concepts of Verbal Bullying and Hate Speech as a Means of Expressing Intolerant Attitude to the Speech Object. Media Education (Mediaobrazovanie), 60(3), 443–453. https://doi.org/10.13187/me.2020.3.443

Miles, M. ., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis (a Methods Sourcebook) (3rd ed.). SAGE Publications.

Pranajaya, P. (2020). Pemahaman Jejak Digital di Kalangan Mahasiswa Program Studi Ilmu perpustakaan Universitas Yarsi. Seminar Nasional Riset Dan Teknologi (SEMNAS RISTEK), 277–283.

Prasetya, A., Retnasary, M., & Azhar, D. A. (2022). Pola Perilaku Bermedia Sosial Netizen Indonesia Menyikapi Pemberitaan Viral di Media Sosial. Journal of Digital Communication and Design (Jdcode), 1(1), 1–12.

Pusat Bahasa, T. R. T. B. I. (2008). Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Pusat Bahasa: Departemen Pendidikan Nasional.

Rahmadani, T. A., & Harahap, N. (2023). Dampak Cyberbullying Media Sosial pada Perilaku Reaktif Remaja di Desa Sei Rotan. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 8(2), 214–227.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, 1 (1999). https://peraturan.bpk.go.id/Details/45361/uu-no-39-tahun-1999

Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, 1 (2014). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38723/uu-no-35-tahun-2014

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016, 1 (2016). https://peraturan.bpk.go.id/Details/37582/uu-no-19-tahun-2016#:~:text=bahwa untuk menjamin pengakuan serta,2008 tentang Informasi dan Transaksi

Santosa, M. P. S. A. (2020). Sociolingustics Approach: Impoliteness Strategy in Instagram Cyberbullying in @Lambe_Turah’s post of KPAI’s Case. Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1), 161–171. https://doi.org/10.21009/aksis.04015

Simanjuntak, J. R., & Ambalegin, A. (2022). Impoliteness Strategies Used in the Movie “Easy A.” Humanitatis : Journal of Language and Literature, 8(2), 289–296. https://doi.org/10.30812/humanitatis.v8i2.1641

Subyantoro, Suseno, Zuliyanti, & Fadilya Diani Putri, S. (2023). Impoliteness Strategy for Cyberbullying in Indonesian on Instagram Social Media. KEMBARA Journal of Scientific Language Literature and Teaching, 9(2), 735–749. https://doi.org/10.22219/kembara.v9i2.25517

Widiastuti, N. L. P. S., Muliana, I. N., & Claria, D. A. K. (2024). Impoliteness Strategies Found on Jennie’s Instagram Comments. Pragmatica: Journal of Linguistics and Literature, 2(2), 55–66. https://journal.tirtapustaka.com/index.php/pragmatica%0AImpoliteness

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Surbakti, E. B., Ginting, S. D. ., Wahdaniah, W., & Panggabean, S. . (2025). STRATEGI KETIDAKSANTUNAN DALAM CYBERBULLYING TERHADAP ANAK DI MEDIA SOSIAL INDONESIA . Jurnal Basataka (JBT), 8(2), 1321–1331. https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.1087