MENAFSIRKAN PESAN KRITIK SOSIAL DALAM PUISI DEGUNG TANAH GOYAH KARYA IYUT FITRA MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA SAUSSURE

Authors

  • Hany Eliza Ignatia Universitas Riau
  • Fauziah Yenika Putri Universitas Riau
  • Adinda Aristawidia Sahda Universitas Riau
  • Winda Triski Universitas Riau
  • Elmustian Elmustian Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.1161

Keywords:

Antalogi, Penanda, Petanda, Semiotika, Saussure

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pesan kritik sosial yang terdapat dalam antologi puisi Dengung Tanah Goyah melalui analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana sumber data berasal dari buku antologi puisi Dengung Tanah Goyah karya Iyut Fitra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara cermat dan mencatat bagian-bagian penting dari teks puisi. Selanjutnya, analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa puisi-puisi dalam antologi tersebut mengandung nilai-nilai kritik sosial, seperti ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan pudarnya nilai kemanusiaan, yang direpresentasikan melalui kutipan dan citraan dalam teks puisi. Kritik sosial disampaikan secara eksplisit melalui pilihan diksi, serta secara implisit melalui simbol, metafora, dan relasi antara penanda dan petanda yang membentuk lapisan makna yang lebih dalam. Dengan demikian, antologi Dengung Tanah Goyah tidak hanya menonjolkan keindahan bahasa dan estetika puitis, tetapi juga berfungsi sebagai media refleksi dan protes sosial yang mendorong pembaca untuk lebih peka terhadap ketimpangan sosial serta menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian semiotika Saussure, khususnya dalam memahami fungsi bahasa sebagai sarana penyampaian kritik sosial dalam karya sastra.

References

Abidin, Y. (2010). Prosa Fiksi. Zaha Press.

Asri, S. A., & Ayuningrum, S. (2020). Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Estafet Writing. 148–155.

Elmustian, E. (2023). Penerapan Pembelajaran Musikalisasi Puisi Berbasis Calempong Terhadap Kemampuan Membaca Puisi. Journal On Education, 05 02, 1877–1886.

Faradina, R. (2024). Kritik Objektif Terhadap Karya Sastra Puisi “ Sembuh ” Karya Tere Liye. 4(3), 453–462.

Gunadi, C. N. (2022). Kajian Semiotik Peirce Terhadap Novel Hikayat Putri Penelope Karya Idrus Berorientasi Pemahaman Interkultural Dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Untuk Siswa Sma Di Bandung Independent School. Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 3(2), 170–177. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.23969/Wistara.V3i2.3738.

Hartati, D., Amelia, R., Pramesuary, S., Nanda, D., Sulistyani, S., Harahap, S., Nazra, Y., & Sipayung, A. W. (2025). Kritik Sosial Puisi “Sia - Sia” Karya Chairil Anwar Dengan Pendekatan Feminisme. 5(2), 502–510.

Imron, A. (2019). Konsep Semiotika Ferdinand De Saussure. Pesona: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya., 12–13.

Kosasih, E. (2012). Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Yrama Widya.

Lestari, S., Indonesia, T. B., Pandawa, J., & Tengah, J. (2021). Jurnal Kelasa : Kelebat Bahasa Dan Sastra. 16(2), 181–204. Https://Doi.Org/10.26499/Kelasa.V16i2.199

Sari, N. (2023). Makna Sosial Dalam Puisi “Tanah Air Mata” Karya Sutardji Calzoum Bachri: Analisis Semiotika Saussure. Jurnal Metasastra, 16(1), 55–68. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.26499/Metasastra.V16i1.3456

Setiawan, K. E. P., S., & Andayani, A. (2019). Strategi Ampuh Memahami Makna Puisi Teori Semiotika Michael Riffaterre Dan Penerapannya. Eduvision.

Sitompul, A. L., Patriansah, M., & Pangestu, R. (2021). Analisis Poster Video Klip Lathi : Kajian Semiotika. 6(1).

Sobur, A. (2017). Semiotika: Sebuah Pengantar. Remaja Rosdakarya.

Suarta, I Made Dwipayana, I. K. A. (2022). Teori Sastra. Jakarta : Rajawali Pers., 2022.

Supena, I. D. (2021). The Influence Of 4c (Constructive, Critical, Creativity, Collaborative) Learning Model On Students’ Learning Outcomes. International Journal Of Instruction, 14(3), 873–892. Https://Doi.Org/Supena, I. D. (2021). The Influence Of 4c (Constructive, Critical, Creativity, Collaborative) Learning Model On Students’ Learning Outcomes. International Journal Of Instruction, 14(3), 873-892. Https://Doi.Org/10.29333/Iji.2021.14351a.

W.S., L. (2019). Menyelami Keindahan Sastra Indonesia. Bhuana Ilmu Populer, 2019.

Wahyuni, L. (2017). Pembentukan Citra Diri Dalam Puisi Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana Karya Kh. A. Mustofa Bisri. Kembara: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 2(2), 187–194.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Ignatia, H. E. ., Putri, F. Y., Sahda, A. A., Triski, W., & Elmustian, E. (2025). MENAFSIRKAN PESAN KRITIK SOSIAL DALAM PUISI DEGUNG TANAH GOYAH KARYA IYUT FITRA MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA SAUSSURE. Jurnal Basataka (JBT), 8(2), 1655–1663. https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.1161

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>